Tubelover Indonesia

Passion - Music - Art

Ingin Membeli Amplifier Tabung?

Mengapa memilih amplifier tabung? Bukankah itu teknologi usang di era digital saat ini? Mungkin alasan anda sederhana saja: kualitas suara yang excellent ! Tetapi jika anda baru mulai menggunakan amplifier tabung, mungkin uraian singkat berikut ini bermanfaat.

Penampilan. Sebagian besar amplifier tabung meletakkan tabung-tabung di atas sasis. Hati-hati jika memiliki anak kecil yang akan cenderung menyentuh apa saja yang baru dilihatnya.

Sasis. Pilih amplifier yang menggunakan sasis yang kokoh. Jika menggunakan plat logam, paling tidak memiliki ketebalan 2mm. Tabung sangat mudah mengalami gangguan vibrasi yang diakibatkan plat yang terlalu tipis. Plat tembaga merupakan bahan terbaik untuk sasis.

Tabung. Komponen ini sangat menentukan warna suara amplifier. Bahkan untuk jenis yang sama…beda merk bisa beda suara. Sehingga kegiatan menukar tabung (tube-rolling) menjadi mengasyikkan. Ini tak bisa dilakukan pada amplifier transistor. Tabung memiliki umur (masa pakai). Pertimbangkan apakah anda akan mudah mendapatkan tabung pengganti ketika dibutuhkan. Penggunaan tabung yang masih diproduksi hingga saat ini tentu membuat anda merasa aman. Tetapi tabung produksi lama, yang dibuat di era keemasan tabung, rata-rata bersuara lebih bagus. Tabung produksi lama masih bisa diperoleh saat ini, bahkan yang dibuat pada tahun 1920 dan tidak diproduksi lagi saat ini! Satu-satunya masalah adalah…harga tabung produksi lama itu sangat mahal.

Konfigurasi. Beberapa amplifier tabung menggunakan konfigurasi single-ended, beberapa lainnya push-pull. Para audiophile biasanya mengganggap amplifier single-ended bersuara lebih baik, tetapi daya keluarannya terbatas dan membutuhkan speaker efisiensi tinggi. Masalahnya speaker di era transistor dan IC saat ini memiliki efisiensi rendah. Jika anda baru mulai, saya sarankan memilih amplifier push-pull dengan output 35 watt ke atas. Ini akan mengurangi beban “sakit kepala” saat mencari speaker yang cocok. Jika sudah terbiasa dengan suara tabung, kelak anda mungkin beralih ke amplifier jenis single-ended.

Output transfomer. Komponen yang paling kritis dan menentukan kualitas suara amplifier tabung. Merk-merk seperti Magnequest, Tamura, Lundahl, Electra Print, atau Tango merupakan jaminan kualitas tinggi, tetapi harganya juga lebih mahal. Output transformer tak boleh panas saat bekerja.

Power transformer. Komponen ini harus bekerja “rileks”. Semakin panas saat disentuh berarti bekerja terlalu keras dan kualitasnya menurun. Power transformer yang oversized akan menghasilkan kualitas suara yang lebih bagus.

Pemasangan komponen. Penggunaan point-to-point wiring menghasilkan kualitas yang lebih bagus ketimbang PCB dan memudahkan jika ingin mengganti komponen. Jalur tembaga pada PCB tidak sebaik kualitas kabel yang digunakan pada point-to-point wiring.

Komponen lain. Komponen selain tabung dan transformer memiliki pengaruh yang jauh lebih kecil terhadap kualitas suara. Namun demikian, coupling capacitor mempunyai pengaruh yang juga signifikan terhadap kualitas suara dibandingkan resistor, kabel, soket, terminal, dll. Merk-merk macam AudioNote, Jensen, VH Cap, Mundorf, Hovland, atau Auricap merupakan very high-grade capacitor untuk keperluan coupling.

Speaker. Jika anda menggunakan amplifier tabung, usahakan mencari speaker dengan sensitivitas minimal 89dB. Tentu saja lebih tinggi akan lebih baik. Jika anda menggunakan speaker dengan sensitivitas 105dB misalnya, anda memiliki kesempatan menggunakan amplifier tabung berdaya keluaran rendah (di bawah 10 watt), yang pada umumnya bersuara lebih indah ketimbang yang berdaya keluaran tinggi.