Tubelover Indonesia

Passion - Music - Art

Mengatur Arus Bias Optimal Amplifier Tabung

Arus bias optimal pada sebuah amplifier tabung akan tergantung pada topologi rangkaian, output transformer, jenis tabung, tegangan anoda dan screen, dan sebagainya. Untuk amplifier yang bekerja pada kelas AB, titik kerja optimal pada umumnya sekitar 50% hingga 90% dari disipasi anoda (Pa) maksimal yang diijinkan pabrik pembuat tabung yang bersangkutan (bisa dilihat pada datasheet tabung).

Secara matematis Pa = Va (tegangan anoda-katoda) x Ia (arus anoda). Katakanlah anda memiliki amplifier dengan topologi Ultra Linear Push-Pull, menggunakan tabung final 6L6 dengan Pa = 30 watt dan Va = 400 volt, anda bisa set arus kerja yang melalui anoda (Ia) dari  40 mA hingga 70 mA. Pada metode fixed-bias, ini bisa dilakukan dengan mengatur tegangan negatif pada grid tabung (pin 5) dengan menggunakan potensiometer, dalam kondisi tanpa sinyal musik. Lakukan pengaturan mulai dari tegangan paling negatif (arus minimum) hingga mencapai arus maksimal yang dikehendaki.

Sebagai pedoman umum, arus bias yang lebih tinggi cenderung menghasilkan suara yang lebih baik (distorsi lebih rendah, damping lebih tinggi), tetapi dengan trade-off umur tabung akan lebih pendek (tak ada yang gratis bukan?). Sebaliknya arus bias terlalu rendah menghasilkan distorsi lebih tinggi dan suara terkesan lebih mellow akibat damping yang lebih rendah, dan anda tak perlu risau soal umur tabung. Kompromi terbaik adalah sekitar 2/3 hingga 3/4 dari Pa maksimal tabung yang bersangkutan.

Tunggu dulu, tetapi bagaimana cara mengukur arus bias itu? Cara termudah adalah dengan mengukur Ik (arus yang melalui katoda). Pada triode akan lebih mudah karena Ik = Ia. Sedangkan pada pentode Ik = Ia+Is, tetapi karena Ia jauh lebih besar ketimbang Is, jadi boleh kita anggap Ia kurang lebih sama dengan Ik. Melalui sebuah resistor (Rk) bernilai kecil (10 ohm) dari katoda (pin 8) ke ground, kita bisa ukur tegangan drop pada resistor ini (Vk), gunakan voltmeter “+” di titik pin 8 dan “-“ di ground. Dengan Ohm`s Law (Vk = Ik x Rk) kita bisa temukan arus bias itu. Jika terukur tegangan 500 mV pada resistor 10 Ohms, itu berarti  Ik = 50 mA. Mengukur arus bias pada metode self-bias pun bisa dilakukan dengan cara yang sama, tetapi perubahan arus bias hanya bisa dilakukan dengan mengganti nilai Rk.

Anda harus set arus bias yang sama di semua pasangan tabung final pada rangkaian push-pull, baik dengan menggunakan bias-balance pot atau dengan menggunakan individual pot untuk masing-masing tabung. Jika anda hanya menggunakan satu bias-pot untuk dua tabung yang berpasangan, maka anda harus menggunakan tabung yang benar-benar seimbang (matched-pair). 

Banyak DIYer bereksperimen mempertukarkan tabung 6L6 dengan tabung EL34 tanpa melakukan modifikasi apapun, untuk mendapatkan karakter suara yang berbeda. Biasanya akan didapati karakter suara 6L6 yang lebih hangat, dengan bass yang lebih dalam tetapi lebih empuk. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh internal resistance yang lebih besar dari tabung 6L6, meskipun karakter suara tabung juga dipengaruhi oleh pabrik pembuatnya, setting arus bias, karakter tabung driver, serta kombinasi komponen lainnya. Jadi bukan semata-mata ditentukan oleh tabung final 6L6 atau EL34 itu.

Tabung EL34 memiliki disipasi dan tegangan maksimum yang lebih tinggi. Sehingga jika kita memasangnya begitu saja pada amplifier yang didisain untuk bekerja dengan tabung 6L6, tentu saja anda mendengarkan amplifier EL34 yang bekerja pada kondisi tidak optimal. Karena setting bias pada amplifier tersebut lebih mendekati titik kerja yang dibutuhkan 6L6 ketimbang EL34. Jadi jangan buru-buru menilai karakter 6L6 begini dan EL34 begitu jika anda tak menggunakan arus bias (titik kerja) optimal untuk masing-masing tabung tersebut. Inipun dengan asumsi komponen yang lain (kapasitor, transformer, tabung driver, dll.) sama persis. Perlu diingat pula, tabung jenis yang sama tetapi dengan merk berbeda bisa memiliki karakter suara yang berbeda. Maka anda dengan mudah dapat membedakan karakter suara Mullard EL34 dengan Shuguang 5881.

Demikian juga jika anda mendisain convertible-amplifier yang bisa menggunakan triode 2A3 atau 45, hal terpenting yang perlu diingat adalah setting arus bias yang berbeda dari kedua triode tersebut. Pada akhirnya anda harus memilih apakah titik kerja amplifier dioptimalkan untuk triode 2A3 atau sebaliknya 45. Beberapa DIYer berargumen bahwa arus bias optimal untuk kedua tabung dapat dengan mudah diperoleh dengan menggunakan 2 resistor 750 ohm pada katode (Rk), yang dipasang seri untuk 45 (menjadi 1,5 K ohm) dan di-bypass menjadi 750 ohm untuk 2A3. Atau dengan menggunakan 2 resistor 1,5 K ohm, yang dipasang paralel untuk 2A3 (menjadi 750 ohm) dan di-open (dilepas) satu resistor agar menjadi 1,5 K ohm untuk 45.

Dan anda berpikir telah mendapatkan arus bias optimal, baik untuk 2A3 maupun 45? Salah! Internal resistance yang lebih tinggi pada 45 membutuhkan output transformer (OT) dengan primary inductance yang kira-kira 2 kali lebih tinggi ketimbang 2A3. Penggunaan OT universal bisa merupakan langkah kompromi. Tetapi namanya juga kompromi, maka universal OT juga tidak optimal untuk semua tabung, dan bahkan anda harus menggunakan banyak saklar, yang berarti dibayar dengan degradasi kualitas sinyal pada kontak saklar tersebut. Lebih parah lagi jika anda ingin convertible-amplifier 300B/2A3, karena masih ditambah tegangan kerja (Va) yang berbeda. Ini berarti anda juga perlu saklar untuk catu tegangan yang berbeda. Hidup seringkali harus memilih, kita tak mungkin mendapatkan semua hal terbaik di dunia ini.