Tubelover Indonesia

Passion - Music - Art

Arif's Blog

view:  full / summary

Oleh-Oleh Dari Blind Test 29 Jan 2011: Tips & Trick Merakit Preamp 26

Posted by Tubelover Indonesia on April 10, 2011 at 2:43 AM Comments comments (0)



Ada hal menarik yang saya amati dari beberapa preamp 26 karya para DIYers yang sempat tampil di beberapa kali blind test yang diselenggarakan IHEAC. Pada umumnya kehebatan tabung 26 belum tereksploitasi secara maksimal pada perangkat yang diturunkan tersebut, karena hal-hal sebagai berikut:


Gangguan Dengung. Nyaris semua preamp 26 yang turun di blind test mengalami masalah dengung yang serius, sangat jelas terdengar dari kursi juri. Mestinya hal ini dapat diatasi dengan menerapkan star grounding untuk terminal input, terminal output, resistor katode dan resistor grid-leak. Lantas power supply dengan 1 choke biasanya tak  cukup meredam dengung meski kita gunakan choke 20H atau bahkan 40H sekalipun. Implementasi yang lebih baik adalah menerapkan double chokes dengan konfigurasi LCLC atau bahkan triple chokes dengan LCLCLC. Saya lbh suka gunakan kapasitor kecil sekitar 3,9uF di depan, lantas minimal 100uF di belakang, dan jika perlu tiga tingkat maka 22uF sudah cukup untuk yg ketiga. Filament supply juga biang dengung. Catu sederhana dengan bridge diode + kapasitor minimal 15.000uF biasanya sudah cukup. Lebih bagus lagi ditambahkan current regulator (bukan sekadar voltage regulator) dengan LT1083 misalnya. Semua hal tersebut harus dilakukan secara seksama dan menyeluruh. Sekadar menggunakan baterei (aki kering) untuk filamen tak akan menjamin hilangnya dengung, dan malah menambahkan kerepotan saja. Taktik "menyembunyikan dengung" dengan menempatkan potensio/volume control di output juga digunakan beberapa DIYer, tetapi segera kedok terbuka seiring dengan dibukanya volume ke level dengar normal dan sedang jeda musik. :P


Tak ada Bass dan kurang Treble? Banyak yang menganggap tabung 26 hanya istimewa pada reproduksi vokal tapi kurang bass dan treble. Ini biasanya karena kesalahan dalam pemilihan tegangan kerja dan nilai kapasitor serta resistor output. DIYer kadang memasang kapasitor 0,1uF dan resistor 50K pada output dan mendapati bahwa preamp 26-nya bebas dengung... tapi sekaligus bebas nada-nada bass. :)

Perlu diingat bahwa RC output tersebut membentuk low pass filter.  Semakin tinggi nilai R atau nilai C akan menambah jangkauan nada-nada rendah (bass). Pemakaian oil cap secara berlebihan seringkali jadi penyebab minimnya nada-nada tinggi. Jadi jika kapasitor kopling menggunakan jenis PIO dan lantas oil cap juga bertebaran di power supply, hasilnya sudah bisa ditebak. Penggunaan kabel silver bisa membantu namun jika terlalu banyak akan menyebabkan suara terlalu tipis. 


Suara kurang terbuka, kurang lepas. Biasanya karena kurang memperhatikan tegangan kerja yang tepat. Saya mendapati bahwa tegangan kerja sekitar 150 volt - 160 volt antara anoda-katoda 26 memberikan sound signature terbaik. Pasang nilai resistor katoda sekitar 2K - 2.2K ohm untuk menjamin arus bias sesuai rekomendasi pabrik untuk tabung 26, selebihnya Anda tinggal mengatur tegangan catu daya untuk mendapat titik tegangan kerja di atas.


Bagi rekan-rekan yang mencari skema preamp 26 banyak terdapat alternatif yg antara lain bisa dilihat pada www.vt52.com




Rss_feed